Workshop Penyusunan Proposal Penelitian MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga

 

Aspirasi-Purbalingga Meningkatkan prestasi Guru dan siswa di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu misi yang diemban MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga. Untuk itu, pada hari rabu,12 April 2023 lalu di ruang aula SMP Negeri 3 Purbalingga dilaksanakan kegiatan kolektif guru IPA se-Kabupaten Purbalingga. Kegiatan yang berlangsung selama hampir empat jam tersebut, mengupas tentang Juknis Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP Tingkat Nasional Tahun 2023. Kedua ajang kompetisi tahunan tersebut diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional, Kemdikbudristek RI.

Febri Prasetyo Adi, Ketua MGMP IPA SMP Kab. Purbalingga selaku narasumber pada kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa partisipasi sekolah di Kabupaten Purbalingga pada ajang OSN tahun 2022 lalu memang cukup tinggi. Namun pada ajang OPSI sangatlah sedikit peminatnya. Padahal dua ajang tersebut sama-sama merupakan lahan bagi guru IPA dan siswa untuk mengaplikasikan teori-teori sains yang selama ini dipelajari. 

 


 Demi meningkatkan partisipasi pada ajang OPSI SMP tahun 2023 ini, materi yang dibahas pada kegiatan tersebut adalah teknis penyusunan proposal penelitian. Fokus bidang penelitiannya, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPTR). Peserta mendapatkan file template proposal yang bisa digunakan sebagai acuan dalam penyusunannya. Harapannya guru bisa memberikan pendampingan pada siswanya dalam menggali ide penelitian, tanpa disibukkan dengan teknis penyusunan proposalnya.

Aman Mustofan, S.Pd., M.Pd. selaku narasumber kedua juga memancing minat guru dalam penelitian dengan mempresentasikan teknik penggalian ide penelitian. Beberapa tema penelitian disampaikan untuk memancing peserta dalam menggali ide penelitian. Pada dasarnya fenomena alam yang bisa digali lebih dalam melalui penelitian selalu ada di sekitar kita. Hanya saja membutuhkan kejelian untuk menangkap fenomena tersebut menjadi ide penelitian. Maka, tema penelitian sebaiknya berbasis masalah dan terjadi di lingkungan sekitar siswa dan guru. Tujuannya adalah dalam rangka mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut. Penelitian yang tidak berbasis masalah, biasanya kurang menarik untuk diulas.

 


 Peserta yang berjumlah 75 orang guru perwakilan dari setiap SMP negeri dan swasta di Kabupaten Purbalingga tersebut diharapkan menjadi motor bagi sekolah masing-masing dalam keikutsertaannya dalam ajang tersebut. Saat penelitian yang dilakukan mendapat apresiasi dalam ajang tersebut, maka bukan hanya siswa yang mendapatkan manfaatnya. Guru sebagai pembimbing juga bisa mendapatkan angka kredit dengan memasukkannya ke dalam unsur pelaksanaan tugas bimbingan tertentu. (fbr). 

 

 

0 Komentar